Bereputasi Di Kawasan Asia

Sosialisasi Program EQUITY: Pengelolaan Jurnal Terindeks Scopus

Jakarta, 22 Oktober 2025 -Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan Sosialisasi Program EQUITY: Pengelolaan Jurnal Terindeks Scopus di Ruang Rapat Gedung Ki Hajar Dewantara Lantai 6, Universitas Negeri Jakarta, dan diikuti oleh Tim Task Force Pengembangan Jurnal Nasional UNJ.

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan Dr. Raden Ajeng Murti Kusuma W, S.IP., M.Si. sebagai narasumber. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa sebagai perguruan tinggi berstatus PTN-BH, Universitas Negeri Jakarta memiliki kewajiban strategis untuk mengembangkan jurnal ilmiah yang terindeks Scopus. Oleh karena itu, penguatan pengelolaan jurnal perlu diarahkan secara terencana dan selektif.

Lebih lanjut disampaikan bahwa jurnal yang berpeluang menuju Scopus harus memiliki keunikan (uniqueness) yang kuat, dengan artikel yang benar-benar orisinal, tidak duplikatif, serta tidak memiliki kesamaan penerbitan dengan jurnal lain yang telah terindeks Scopus. Saat ini, jurnal-jurnal SINTA 1 dan SINTA 2 di lingkungan UNJ sedang dipetakan untuk menentukan jurnal yang paling layak dan siap diajukan ke Scopus.

Dalam proses evaluasi, tim LPPM akan memperhatikan sejumlah aspek penting, antara lain sebaran afiliasi penulis, editor, dan reviewer, serta riwayat sitasi, khususnya sitasi yang tercatat dalam basis data Scopus. Peningkatan sitasi Scopus dinilai sebagai faktor kunci yang dapat memperkuat peluang jurnal UNJ untuk lolos indeksasi Scopus. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama strategis dengan perguruan tinggi lain yang telah memiliki jurnal terindeks Scopus guna memperluas jejaring sitasi eksternal.

Diskusi juga menyoroti tantangan internal, salah satunya terkait diversitas penulis. Disampaikan bahwa publikasi luaran penelitian dan pengabdian sivitas akademika UNJ di jurnal internal perlu diatur secara lebih selektif agar tidak mengurangi keberagaman afiliasi penulis dan potensi sitasi eksternal. Selain itu, keterbatasan fasilitas pendukung pengelolaan jurnal—seperti ruang kerja, perangkat, dan copy editing tools—masih menjadi kendala yang berdampak pada kecepatan dan kualitas pengelolaan jurnal.

Sebagai perbandingan, disampaikan contoh praktik baik di perguruan tinggi lain yang memberikan dukungan pendanaan signifikan bagi jurnal, sehingga proses persiapan menuju indeksasi Scopus dapat berjalan lebih cepat dan terstruktur.

Sebagai hasil diskusi dan rencana tindak lanjut, disepakati bahwa jurnal-jurnal yang dinilai paling siap dari sisi substansi, kualitas artikel, dan tata kelola akan diprioritaskan untuk diajukan ke Scopus melalui Program EQUITY, dengan pembiayaan persiapan ditanggung oleh program tersebut. Namun demikian, jurnal yang belum masuk prioritas tetap dapat mengembangkan diri melalui skema pendanaan lain, termasuk dana padanan. Pada tahap selanjutnya, LPPM UNJ juga akan menyelenggarakan workshop bedah jurnal sebagai langkah strategis lanjutan dalam mempersiapkan jurnal menuju indeksasi Scopus.

Download

Layanan

Translate »